DEMOKRASI
Demokrasi hari ini masih saja dijadikan sebagai komoditas (alat kampanye) yang punya nilai jual yang tinggi. Tentu hal ini tidaklah asing kita dengar, dimana sistem politik Demokrasi merupakan sistem yang cukup ideal, dengan mengedepankan spirit Pluralitas, Toleransi dan Keberagaman serta menjunjung tinggi dan menghargai perbedaan. Tentu hal ini sangat sarat akan nilai-nilai humanis yang tinggi, namun dalam faktanya apakah betul demikian? Justru dalam Sistem Politik Demokrasi, khususnya Demokrasi Liberal terdapat ketidakjelasan konsep dan realitas, dimana dalam prakteknya kerap kali kita temukan praktek-praktek dehumanisasi yang mungkin jikan tidak jeli dan kritis dalam melihatnya tak akan nampak bentuk dari pergeseran atau praktek dehumanisasi. Sebagai contoh: Kebudayaan kita ini beragam dan karena keberagaman budaya itu, kita harus saling menghormati satu sama lain dan menghargai perbedaan. Dan yang menolak perbedaan itu tidak boleh karena tidak menghargai perbedaan. Tapi Justru bukankah berterima dan menolak ini bentuk dari keberagaman juga? Lantas mengapa ia termarginalkan? Bukankah itu bentuk keanehan dari sistem Demokrasi Liberal itu?
Mari sama-sama kita merenung.