KERANGKA BERFIKIR ILMIAH
diberikan kepercayaan untuk berdiskusi "kerangka berfikir ilmiah" dengan kawan-kawan IMPS koperti unismuh.
Dalam kesempatan singkat tersebut Sebelum memasuki tema diskusi saya memberikan Pengantar terlebih dahulu dengan menjelaskan Bagaimana keterkaitan berfikir dengan aktivitas manusia. pertama saya mempertegas bahwa dari hasil proses berfikir menghasilkan suatu Pengetahuan, terlepas benar atau salah nya Pengetahuan yg di hasilkan dari proses tersebut.
Pengetahuan inilah yang nantinya berkembang dan akan menjadi sandaran atau acuan manusia dalam bertindak ataupun hal yg lain. Karena menurut murtadha muthahhari Pengetahuan yg kita miliki akan mempengaruhi separuh kepribadian kita.
oleh sebah itu suatu tuntutan manusia harus berfikir dengan benar dengan harapan menghasilkan Pengetahuan yang benar juga karena sangat berbahaya jikalau manusia dalam kesehariannya menyandarkan dirinya kepada Pengetahuan Yang salah.
Yang kedua. Memiliki Pengetahuan yang benar bukan sebagai tuntutan dari luar ataupun paksaan dari luar karena setiap manusia pada dasar nya menginginkan kebenaran itu sendiri (realisme instingtif). Sehingga Suatu kebenaran yg kita miliki akan memantapkan jiwa kita (tenang) sebab tak ada manusia yang ingin Terlalu lama dalam ruang kegelisahan, keraguan ataupun ketidaktahuannya.
Oleh sebab itu jiwa memandang kebenaran sebagai tujuannya. Dengan mengetahui kebenaran, jiwa kita akan hidup. Sehingga kita perlu suatu cara untuk memperoleh kebenaran tersebut.
Dengan belajar kerangka berfikir ilmiah sebagai salah satu jalan untuk mendapatkannya. Semoga dengan belajar sebagai jalan yang paling indah di tempu oleh jiwa kita untuk mencapai tujuannya (kebenaran) .
"karena ikan habitatnya di air maka Tak ada ikan yang lelah berenang. Jadikanlah sekolah sebagai habitatmu, agar kau tak lelah dalam belajar."
#salamintelegensia