KERANGKA BERFIKIR ILMIAH


Dalam kesempatan singkat ini saya memulainya memberikan gambaran Bagaimana posisi mahasiswa dalam hirarki sosial sebagai masyarkat terpelajar/ilmiah. Kita ketahui mahasiswa pastinya memiliki perbedaan dengan masyarakat/kelompok yang lain khususnya msyarakat awam. Hal ini dikarenakan Mahasiswa sebagai masyarakat/kelompok terpelajar yang di tempah, di gembleng sedemikian rupa di dalam dunia pendidikan untuk mengembangkan  bahkan membentuk segenap kecendrungan atau potensi yg dimilikinya Sehingga baik secara prilaku, tutur kata & khsususnya cara berfikirnya harus mencerminkan masyarakat yang terpelajar/ilmiah. Artinya lingkungan atau faktor eksternal (pendidikan) salah satu sebab yg mmpengaruhi kelompok ini. Karena hal ini juga mahasiswa dlm beberapa hal secara tidak langsung menjadi kiblat dlm masyarakat. Nah Itu idealnya.

faktanya dalam beberapa fenomena mahasiswa tdk mampu menjadi kiblat & tdk mampu mnjadi apa yg di cita citakan dunia pendidikan bahkan menjadi sampah/hama dalam relasinya dengan masyarakat yg lain. Jika di telusuri masalah ini dengan pendekatan positivistik, maka kampus (tertentu) atau sistem pendidikan yg ada belum berhasil mewujudkan cita cita tersebut. Karena secara formal kampuslah atau sistem pendidikan yg ada berperan mengantarkan mahasiswa kepada cita cita tersebut. Mungkin jadi  disebabkan kampus (tertentu) sistem pendidikan nya telah tercampur baur dengan kepentingan individual /atau segelintir kelompok. Sehingga mempengaruhi kualitas mahasiswa tersebut. 

 Tetapi Untung saja pendidikan di perguruan tinggi bersifat nomaden. Artinya bukan saja mengandalkan pendidikan formal. Mengetahui hal ini dengan bekal kemandirian/kesadaran mahasiswa mengadakan diskusi2, kajian atau pendidikan alternatif sebagai upaya menjawab persoalan yg ada. Sehingga kerangka berfikir ilmiah (KBI) sebagai salah satu cara untuk memberikan cara pandang/ cara berfikir yg bisa mempengaruhii dan membantu melahirkan sikap mahasiswa yang ideal. Sehingga dari cara berfikir (benar/salah) dapat mempengaruhi prilaku seseorang. Karena perilaku sebagai salah satu cara objektifikasi untuk mengukur seseorang yg terpelajar atau tidak. 

Kira kira Seperti itu kawan

Postingan populer dari blog ini

KEMANUSIAAN DAN PENDIDIKAN

"JANGAN TAKUT UNTUK DIBENCI"

DEMOKRASI